Kegiatan sambangan/penjengukan ini adalah kali pertama
santri bertemu dengan kedua orangtuanya, setelah 41 hari santri berada di
pondok. Selama 40 santri tidak diperbolehkan keluar pondok dan bertemu dengan
keluarganya. Jika memerlukan sesuatu, santri hanya diperbolehkan meminta kepada
orang tua melalui ustadz/ustadzah wali kamar. Orang tuapun hanya boleh
menitipkan barang yang dibutuhkan oleh santri, tidak boleh bertatap muka
langsung dengan santri. Tujuannya agar santri lebih fokus dalam memantapkan diri
untuk mondok dan belajar beradaptasi dengan dunia pondok yang memerlukan
kemandirian dari masing-masing santri.
Kegiatan sambangan diadakan di Hari Ahad, 18 Agustus 2024
pukul 09.00 sampai dengan pukul 12.00. Wali santri yang datang terlebih dahulu
mengisi daftar hadir, kemudian menuju ke Musholla Bina Insani guna melakukan
mujahadah bersama. Setelah mujahadah bersama, terdapat sambutan dari pengasuh
pondok pesantresn Bina Insani yaitu Beliau Bapak Dr. Muhammad Munzaini, S.Ag M.
Pd.I dan beliau ibu Nyai Mir'atul Munawaroh. Setelah selesai rangkaian acara,
wali santri diperkenankan bertemu dengan putra-putrinya kemudian mengambil
hasil MIR yang dibagikan oleh wali kelas masing-masing. MIR (Multi Intelegence
Research) adalah salah satu tes psikolog yang bisa mengetahui potensi
kecerdasan siswa yang dilakukan sebelum pembelajaran Formal dilaksanakan. Dari
hasil MIR tersebut, orang tua dapat bekerja sama dengan pihak sekolah untuk
menggali potensi anak dan mengarahkan minat bakat anak tersebut. Rangkaian
kegiatan berjalan dengan lancar tanpa ada kendala yang berarti. Banyak wali
santri yang antusias dengan kegiatan sambangan ini dikarenakan sudah lama
merindukan untuk bertemu dengan buah hati. Para wali santri rela datang lebih
pagi demi melihat putra-putrinya. Tangis haru pun memenuhi pertemuan antara
wali santri dengan putra-putrinya. Rasa bangga terpancar dari raut wajah para
wali santri melihat putra-putrinya kerasan di pondok. Semoga setelah kegiatan
sambangan ini, santri menjadi semakin termotivasi dan bersemangat untuk aktif
terlibat dalam kegiatan pondok maupun sekolah.