Profil Pondok Pesantren Modern Bina Insani
Mencetak Generasi Unggul Berlandaskan Jariyah dan Uswatun Hasanah
Halaman profil ini memuat perjalanan transformatif PPM Bina Insani, mulai dari cikal bakal pengajian malam di Masjid Al Huda hingga menjadi pondok pesantren modern. Di dalamnya dijelaskan peran vital Tim Sembilan (Tim Kopeng) dalam merumuskan kurikulum, serta sejarah mulia di balik nama YPI Ahmadina yang diambil dari sosok H. Ahmad Tamin Said, seorang dermawan yang mencintai ilmu. Profil ini juga menyoroti sinergi antara masyarakat lokal Susukan dengan dukungan donatur dari Jakarta dalam membangun sarana prasarana pesantren.
Sejarah Singkat
-
12 Juni 19: Peresmian berdirinya Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Ahmadina melalui akta notaris sebagai payung hukum resmi pesantren.
-
1959: Cikal bakal pendidikan dimulai dengan pengajian malam setelah Maghrib di Masjid Al Huda Baran yang diasuh oleh para tokoh lokal (Bapak Kamsu Abdur Rosyid, dkk).
-
1992: Pengajian berkembang menjadi unit pendidikan terstruktur meliputi TKA, TPA, dan Madrasah Diniyah Al Huda dengan kurikulum yang lebih luas dan kegiatan ekstrakurikuler.
-
1993: Pernikahan Dr. H. Zuhroni, MA (putra pewakaf tanah) dengan Dra. Hj. Siti Nur Riani, M.Ag (cucu H. Ahmad Tamin Said), yang menjadi jembatan sejarah antara donatur pusat dan lokasi pesantren.
-
1995: Wafatnya H. Ahmad Tamin Said di Jakarta. Dana jariyah beliau menjadi modal utama pembangunan fisik pesantren di masa depan.
-
1999 - Sek: Pembangunan dan pemekaran fasilitas pondok terus berlanjut melalui dukungan dana jariyah keluarga H. Ahmad Tamin Said serta para donatur dari berbagai kalangan di Jakarta dan Semarang.
-
1999(Awal): embentukan Tim Sembilan (Tim Kopeng) yang merumuskan rancangan program kerja dan model "Pondok Pesantren Modern Bina Insani".
Visi
Misi
- Menyelenggarakan pendidikan terpadu berbasis pesantren modern.
- Membekali santri dengan ilmu agama dan pengetahuan umum.
- Mengembangkan potensi santri melalui kegiatan akademik, sosial, dan spiritual.