Dr. K. Muhammad
Munzaini, S.Ag, M.Pd.I Memberikan sambutan dalam acara Haul Masyayikh dan silaturrahmi
alumni
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda,
Artinya: “Apabila anak
adam (manusia) telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya darinya, kecuali
tiga perkara, yaitu sedekah jariyah (sedekah yang pahalanya terus mengalir),
ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang selalu mendoakannya,” (HR Muslim).
Berdasarkan hadist tersebutlah maka sebagai bentuk kecintaan terhadap ilmu dan
bakti kepada para guru yang merupakan orang tua bagi para santri, maka keluarga
besar PPM BINA INSANI SUSUKAN menyelenggarakan Haul Masyayikh dan silaturahmi
alumni lintas angkatan. Acara ini dilaksanakan pada hari Minggu 23 November
2025 di halaman pesantren.
Acara haul diisi dengan dzikir dan tahlil bersama yang dipimpin oleh bapak K. Hawari Ichsan Alhafidz untuk mendoakan seluruh Masyayikh yang telah berpulang ke rahmatullah dan juga berdoa untuk kebaikan, kemajuan dan keberkahan seluruh keluarga besar Pondok Pesantren. Dengan dihadiri oleh pengasuh PPM BINA INSANI yaitu beliau Bapak Dr. K. Muhammad Munzaini, S.Ag, M.Pd.I yang menyampaikan betapa pentingnya mengingat besarnya perjuangan dan jasa para Masyayikh yang telah ikut mewarnai khasanah keilmuan di pesantren selama ini, menjadi pengingat juga bagi para santri dan alumni untuk tidak melupakan besarnya jasa para guru yang telah mengantarkannya pada apa yang diraih saat ini.
Kegiatan ini juga
dihadiri oleh segenap guru, alumni dan keluarga besar PPM BINA INSANI SUSUKAN
yang tentunya menjadi ajang silaturahmi bagi para alumni baik dengan teman
sejawat maupun kepada para masyayikh yang hadir dalam acara tersebut. Sebagai
penyambung rasa cinta dan pelepas kerinduan serta pengingat bagi para santri
yang telah lulus agar tak pernah lupa dari mana mereka berasal, dan agar selalu
ingat, dimanapun mereka berada akan selalu ada doa dari keluarga besar PPM BINA
INSANI yang mengiringi langkah mereka.
Dalam acara tersebut
dilakukan pula pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh perwakilan dari alumni
Bina Insani (ALMUBINA) yang dihaturkan kepada pengasuh Pesantren beliau bapak
Munzaini sebagai ucapan selamat karena pada bulan tersebut bertepatan dengan ulang
tahun beliau yang ke 57 tahun. Dengan iringan doa semoga beliau senantiasa
diberi keselamatan, kesehatan, keberkahan hidup dan tentunya kekuatan agar
terus mampu memberikan keberkahan kepada seluruh keluarga besar PPM BINA
INSANI.
Hadir juga dalam kesempatan tersebut sebagai acara inti, beliau K.H Amin Budi Harjono yang memberikan nasehat sekaligus pengingat bagi seluruh santri maupun alumni yang hadir untuk selalu bangga menjadi santri karena banyak orang-orang besar yang lahir dari latar belakang santri. Banyak peristiwa dan pemikiran yang lahir dari santri. Meskipun di tengah keadaan dimana dunia pesantren disoroti dari sudut pandang yang kurang positif diberbagai media sosial maupun stasiun televisi nasional.
Menurut beliau hal
tersebut dikarenakan orang-orang yang memandang negatif terkait adat dan budaya
di dunia pesantren adalah orang-orang yang tidak benar-benar mengerti
hakikat pesantren. Dan kebanyakan dari mereka adalah orang yang hanya mendengar
kabar tentang pesantren dari orang lain tanpa pernah tinggal apalagi mengaji
atau menuntut ilmu di pesantren. Namun sayangnya begitu mudahnya menjadikan
sudut pandang mereka menjadi sebuah berita tanpa adanya tabayyun atau
klarifikasi kepada pihak-pihak yang ada di dalamnya.
Segenap hadirin pun
juga diajak bersholawat memuji baginda Rosul Muhammad S.A.W dengan bingkai lagu
dan syair-syair yang kental akan budaya nusantara sebagai ciri khas dari
beliau. Melalui hal tersebut para santri diingatkan bahwa islam mampu berbaur
dengan budaya dimanapun ia berada selama masih dalam kaidah khasanah. Begitu
juga di Indonesia dan budaya jawa khususnya, islam mampu melebur saling
memberikan keindahan diantara keduanya.
Pada akhirnya hal
semacam inilah yang akan selalu dirindukan bagi para santri yang telah tersebar
dimanapun mereka berada dalam mengejar cita-citanya. Pulang ke tempat yang
pernah menjadi rumah peraduan saat berpeluh keringat mencari ilmu, tertawa
mengenang bersama teman berjuang, mencium tangan mulia para guru, dan pulang
membawa beribu doa tulus dari keluarga besar tercinta. Meski tidak lama saling
berjumpa, meski tak banyak yang bisa diceritakan, di lubuk hati terdalam selalu
ada rasa yang sama di setiap saatnya. Rindu padamu Keluarga Besar ku PPM BINA
INSANI SUSUKAN.